WASPADA WAKTU LUANG

Pendidikan Karakter

Written by:

Rasulullah Saw bersabda :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ (رواه البخاري)

Dua nikmat, banyak manusia yang rugi dalam (memanfaatkan) keduanya ; kesehatan dan waktu luang.

Diperlukan perencanaan kegiatan agar waktu luang yang kita miliki tidak sia-sia, apalagi berubah menjadi kerugian dan bencana bagi kita.

Ada dua anjuran bagi para penuntut ilmu dalam memanfaatkan waktu luang ini :

Pertama, baca satu atau dua buku tentang tema tertentu yang berukuran sedang sampai tamat. Membaca buku yang fokus membahas satu masalah sampai tamat akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi para pencari ilmu. Karena disamping ia mendapatkan ilmu baru yang lebih mendalam tentang satu masalah, ia juga akan merasakan kepuasan yang ‘unik’ karena telah mengkhatamkan buku tersebut.

Kalau boleh, saya merekemondasikan dua buku yang relatif sedang karya Hujjatul Islam Imam Abu Hamid al-Ghazali ;

1. Al-Munqidz min adh-Dhalal (المنقذ من الضلال)

Buku ini merupakan rekaman perjalanan spritual dan intelektual seorang al-Ghazali dalam menemukan kebenaran. Bagaimana ia berpindah dari satu tawajjuh (arah pemikiran dan madzhab) ke tawajjuh yang lain untuk sampai pada keyakinan. Buku ini sangat perlu dibaca dan dikaji untuk memahami bagaimana metodologi dalam penelitian (dalam arti yang luas), tidak merasa puas dengan ilmu yang kita miliki saat ini, melihat sisi positif dari setiap kelompok, dan bagaimana tahapan-tahapan untuk sampai pada sebuah keyakinan.

Matan asli buku ini kurang dari 58 halaman saja. Yang membuatnya tebal buku ini di sebagian cetakan adalah komentar dari muhaqqiq kitab.

2. Faishal at-Tafriqah baina al-Islam wa az-Zandaqah
(فيصل التفرقة بين الإسلام والزندقة)

Buku ini menjelaskan tentang kapan seseorang dinilai sudah keluar dari Islam dengan argumentasi yang sangat kuat. Membaca buku ini menjadi olahraga ‘otak’ tersendiri karena kita diajak untuk menggunakan potensi akal yang diberikan Allah dalam menilai sesuatu, terutama menilai apakah seseorang masih bisa disebut muslim ataukah sudah keluar dari Islam. Dengan membaca buku ini insya Allah kita akan menemukan kelapangan dan keluasan dalam masalah yang cukup sensitif ini.

Buku ini hanya setebal 49 halaman saja. Tapi nutrisi keilmuan dan pemikiran yang bisa peroleh dari buku tipis ini insya Allah sangat bergizi.

Kedua, bagi yang cenderung mudah bosan dengan satu buku saja, maka sebaiknya mengisi waktu dengan melakukan kajian tematik dan menelusurinya dari berbagai referensi.

Diantara kelemahan kita, termasuk sebagian ulama dan ustadz kita, masalah-masalah yang disampaikan pada umat belum diteliti secara mendalam. Dalam bahasa yang lebih angker : لَمْ يُقْتَلْ بَحْثًا (belum ‘dibunuh’ dalam penelitian).

Kebanyakan materi dan bahan kajian atau ceramah yang disampaikan pada jamaah adalah sesuatu yang ‘dulu’ didapatkan dari guru mengaji atau ustadz di pondok. Tak jarang juga materi yang didapatkan dari para ustadz dari Timur Tengah. (Ada anggapan bahwa selama sebuah materi atau bahasan disampaikan oleh ustadz dari Arab berarti ia dapat dipercaya seratus persen, dan kita cukup taqlid pada mereka saja. Ini jelas anggapan yang salah).

Kajian tematik ini tidak hanya berlaku untuk materi-materi yang bersifat baru atau kontemporer semata, tapi juga untuk materi-materi yang dinilai ‘usang’ atau bahkan ‘tidak perlu dikaji lagi’. Padahal banyak materi yang dinilai ‘usang’ itu, kita tidak tahu tentangnya kecuali judul dan pandangan orang banyak tentangnya saja. Sementara apa dan bagaimana sebenarnya pendapat para ulama muhaqqiqin tentang itu, kita tidak tahu.

Saya coba berikan beberapa sampel materi yang dinilai ‘usang’ tapi kita tidak banyak tahu pendapat para ulama tentangnya. Sengaja saya berikan beberapa sampel yang agak menggelitik untuk merangsang minat membaca dan mengkajinya.

1. Apakah neraka kekal abadi selama-lamanya ataukah tidak (masalah ini bisa ditelusuri dari buku-buku yang dikarang oleh Imam Taqiyyuddin as-Subki, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Imam Syaukani, Imam Shan’ani, termasuk ulama hadits kontemporer Syekh Albani –rahimahumullah-).

2. Apakah surga yang ditempati Adam as bersama Hawwa berada di langit ataukah di bumi? (masalah ini bisa ditelusuri dari berbagai kitab tafsir, baik yang klasik seperti Tafsir Thabari dan Mafatihul Ghaib Imam ar-Razi maupun kontemporer seperti Tahrir wa Tanwir karya Imam Ibnu ‘Asyur dan Tafsir al-Manar karya Rasyid Ridha).

3. Apakah Nabi Isa As turun di akhir zaman atau tidak (masalah sensitif ini bisa ditelusuri dalam kitab-kitab tafsir, baik klasik maupun kontemporer, terutama Tafsir al-Manar dimana Imam Muhammad Abduh dan Syekh Rasyid Ridha memiliki pandangan yang menarik untuk dikaji dalam masalah ini, serta buku-buku khusus yang membahas hal ini seperti at-Tashrih bima tawatara min nuzul al-Masih karya Imam Kasymiri, Tahqiqat wa Anzhar karya Syekh Ibnu ‘Asyur, al-Fatawa karya Syaikhul Azhar al-Asbaq Syekh Mahmud Syaltut, tulisan-tulisan Syekh Abu Zahrah dan Syekh Muhammad al-Ghazali di majalah Liwa` al-Islam).

Tentu masih banyak lagi materi-materi yang bisa dijadikan sebagai bahan kajian tematik.

Disamping itu, bisa juga dijadikan sebagai temanya ayat-ayat tertentu dalam al-Quran yang sering menimbulkan polemik dalam penafsirannya. Akan lebih baik di waktu luang ini kita kaji ayat-ayat tersebut secara lebih mendalam dari turats para ulama kita dan pemahaman para ulama kontemporer. Diantaranya seperti QS. Al-Baqarah ayat 62 yang oleh Imam Muhammad Abduh dinilai sebagai dustur ‘alami li al-Adyan, atau QS. Al-Hajj ayat 17 yang sering juga digunakan oleh sebagian pihak sebagai dasar utama dalam toleransi beragama.

Pesan yang ingin kita sampaikan adalah mari gunakan waktu luang sebaik-baiknya. Yang penting adalah ada kesadaran tentang berharganya waktu dan ada kemauan untuk mengkaji.

Mari Jadi Orang Beruntung Dalam Memanfaatkan Waktu Luang

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *