TADABBUR Q.S AN-NAS

Tafsir Al-Quran

Written by:

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١ مَلِكِ ٱلنَّاسِ ٢ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ٣ مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ ٤ ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ ٥ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ٦

Artinya :
1. Katakanlah “Aku berlindung kepada Rabb manusia”
2. Raja manusia
3. Ilah manusia
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia
6. Dari golongan jin dan manusia

Berbeda dengan surat Al-Falaq dimana kita diminta berlindung dengan 1 sifat Allah dari 4 jenis kejahatan, pada surat An-Nas kita diminta berlindung dengan 3 sifat Allah dari 1 jenis kejahatan. Kejahatan yang dimaksud di sini adalah kejahatan setan yang sering membisikan kejahatan pada hati-hati manusia dari golongan jin dan manusia.

Lalu mengapa 3 sifat Allah ini yang Allah perintahkan kepada kita?

1. Rabb (Pencipta, pemelihara, pengatur, pemberi rizqi, pemilik)
Satu sifat yang kita ikrarkan agar kesadaran dalam ilmu kita tetap memberikan suplai iman kepada kita. bahwa Allah lah Pencipta segala sesuatu. Allah yang lebih tahu tentang hakikat penciptaan makhluk-makhluk-Nya (Al-Alaq : 1). Allah tahu betul siapa manusia dan apa yang dibutuhkannya, apa kelemahannya, apa kebutuhannya. Dimana semua kelemahan kita yang berlimpah sangat berbanding terbalik dengan segala jenis bahaya yg mengintai. Di situ kita mengembalikan kesadaran kita bahwa kita adalah hamba yang dho’if dan butuh segala macam perlindungan dari Allah tidak peduli seberapa hebat kekuatan kita, seberapa banyak ilmu kita, seberapa menumpuk kekayaan kita. Kita hamba, dan dia Rabbun qowiyyun Aziz.

2. Malik (Raja)
Ingatlah Allah adalah Raja para raja, ketika raja ini sudah menetapkan perlindungan kepada kita, maka seribu pedang tak akan sanggup melukai kita, dan ketika Allah menetapkan kecelakaan kepada kita, maka bahkan paku kecil berkarat bisa menjadi penyebab akhir hidup kita. Memintalah hanya kepada Dzat yang memiliki jaminan perlindungan 100%. Dan bahkan sekalipun kita tetap terzalimi di dunia, ingatlah bahwa Dia juga Maliki Yaumiddin, tidak ada kesabaran yang sia sia, mereka yang terzalimi hingga akhirnya, kelak akan menyaksikan siksa yang pedih terhadap orang yang menzaliminya. Semua tak ada yang lepas dan dapat melepaskan diri dari Al-Malik.

3. Ilah (sembahan)
Bagaimana kita dapat mendapat jaminan perlindungan dari Allah jika kita masih menyediakan tandingan untuk-Nya. Lisan berkata butuh perlindungan-Nya, tapi hati hendak cari “bekingan” kemana-mana. Jika hati sudah kemana-mana, biasanya aqidah juga mudah di hilir mudik. Dan jangan lah kita lupa, hanya dengan mengakui Allah sebagai sembahan kita semata, mengakui pendidikan dan hukum apapun dari Allah dan Rasul-Nya sebagai pendidikan dan hukum terbaik, dan kita mengingkari pilihan-pilihan lain selain dari apa yang Allah dan Rasul-Nya izinkan, bahkan teori yang dibuat manusiapun terbantahkan oleh teori Allah SWT. kita bisa memegang kuat pegangan kita di jalan yang lurus (Q.S Al-Baqarah : 156).

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ
Artinya : (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”

Perang pemikiran dan berbagai macam paham sesat lainnya sangat cepat berkembang biak di zaman yang katanya sudah maju ini, maka menjadikan Allah satu-satunya Ilah itu adalah mutlak dan bukan pilihan.

Dan satu hal yg perlu kita ingat, semua sifat Allah di atas dinisbatkan untuk semua manusia, jadi tidak usah takut jenis manusia kafir dan fajir apa saja yg menjadi musuh mu di jalan Allah, mudah bagi Allah untuk melenyapkannya.

Khonnas, menurut Tafsir Ath-Thabari, khonnas terdiri dari jin dan manusia, dan definisi ini dipertegas oleh surat Al-An’am ayat 112.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا شَيَٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَٱلۡجِنِّ يُوحِي بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ زُخۡرُفَ ٱلۡقَوۡلِ غُرُورٗاۚ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُۖ فَذَرۡهُمۡ وَمَا يَفۡتَرُونَ

Artinya : Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan

Lalu bagaimana dengan golongan jenis syaithan manusia yang bersembunyi? Apa maksudnya?
Perlu kita ketahui bersama, di zaman ini, sudah banyak bertaburan manusia-manusia yang secara zahirnya kelihatan soleh, baik, berintelektual tinggi, penuh toleransi dan kearifan, dan berbagai macam keutamaan lainnya justru memanfaatkan kelebihan-kelebihannya tersebut untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Semuanya begitu samar dan tersembunyi, dan tidak jarang orang orang seperti ini memiliki lisan dan hafalan yang fasih tentang berbagai macam dalil-dalil syar’i.

Misal ada seorang budayawan yang juga dikenal sebagai ‘ulama’ pernah berkata bahwa kita semua termasuk para kiyai sesat, karena di setiap shalat selalu membaca ayat “ihdinashshirathal mustaqim” (tunjukilah kami ke jalan yang lurus). Subhanallah, bahkan Rasulullah SAW pun membaca ayat itu disetiap salat, lalu para khulafaur rasyidin, dan sahabat-sahabat mulia yang lainnya pun membaca ayat itu setiap shalat, apa iya kita berani mengklaim kalo mereka adalah orang yang sesat dan kurang petunjuk? Na’udzubillahi min dzalik.
kita bisa melihat penjelasan luar biasa yang banyak mengutip pernyataan ulama dan kaidah-kaidahnya, sehingga kelihatan penelitian tersebut valid dan begitu objektif sesuai sudut pandang syariah. Padahal jika kita berilmu, kita hanya melihat penjelasan-penjelasan tersebut sebagai penjelasan anak TK yang asal asalan mencomot dalil sana-sini yang digunakan tidak pada konteksnya (silahkan dilihat langsung pada sumber resminya). Mereka semua khonnas jahat yang bersembunyi, berkamuflase dengan cantik hingga hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki bashirah yang jernih dan diberikan hidayah oleh Allah yang mampu mendeteksi kebusukan-kebusukannya.
Sebagaimana yang digambarkan di Q.S : Al-Munafiqun : 4

۞وَإِذَا رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ أَجۡسَامُهُمۡۖ وَإِن يَقُولُواْ تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡۖ كَأَنَّهُمۡ خُشُبٞ مُّسَنَّدَةٞۖ يَحۡسَبُونَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡۚ هُمُ ٱلۡعَدُوُّ فَٱحۡذَرۡهُمۡۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ٤

Artinya : Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)

Oleh karena itu membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi sangat penting bagi muslimin, karena qur’an mengasah akal dan menjernihkan bashiroh kita untuk menghadapi tipu daya khonnas-khonnas jahat. Contohnya pada ayat ini, Allah memberikan bocoran kepada kita, bahwa memang karakter orang orang munafik, salah satu jenis setan berwujud manusia, penampilan dan retorikanya itu indah dan mengagumkan, tapi saya apa yang ditujunya begitu jahat dan lebih jahat dari pembunuhan.

Atau mungkin bagi para pria yang mulai mapan dan terlihat menarik bagi wanita-wanita nakal perusak rumah tangga orang, hati-hati dan perbanyak dzikir. Kita tidak tahu kapan hati ini lengah dan setan dapat dengan mudah membalikan hati kita untuk berjalan menuju maksiat dan menghianati Allah, Rasul-Nya, maupun keluarga khususnya.
Atau bagi para karyawan yang bekerja di ‘ladang basah’, tidak jarang pada akhirnya tergoda untuk memasukan makanan haram ke dalam perut kita dan keluarga kita. Awalnya sesekali, lama-lama ketagihan dan pada akhirnya jadi kebutuhan hakiki, na’udzubillahi min dzalik.

Hal-hal di atas hanyalah contoh-contoh bisikan khonnas-khonnas jahat yang kita temui setiap hari, kita tidak tahu kapan bisikan-bisikan itu datang. Maka dari itu, ada baiknya setiap sebelum kita melangkahkan kaki keluar rumah kita membaca surat Al-Falaq dan An-Nas ini, agar Allah senantiasa melindungi kita dari godaan setan yg terkutuk.
Surat An-Nas mengajak kita untuk berlindung dari godaan setan dari jenis jin dan manusia. Tapi kenapa surat ini dinamai An-Nas oleh para ‘ulama ? Karena manusia bisa melakukan kejahatan-kejahatan yg bahkan tidak dapat dilakukan oleh jin. Seperti yang kita lihat melalui berita-berita Kriminal dan lainnya.

Wallahu ‘Alam

  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *